TIPS JITU LOLOS PUBLIKASI JURNAL DENGAN MUDAH (JURNAL TERAKREDITASI SINTA TENTUNYA)
Hallo Sahabatt... (gaya-gaya Kekeyi Putri Cantika)
Sudah lama nih tidak menulis...hehe !
Hari ini di sore hari ditengah hujan gerimis dan abis makan soto, terbersit deh sebuah keinginan untuk sharing sebuah tips bagaimana mudahnya publikasi jurnal terakreditasi SINTA untuk para teman-teman yang sedang memiliki tugas untuk membuat jurnal atau syarat sidang skripsi/tesis.
Oiya... btw selamat kalau sudah membaca ini, berarti kamu sudah berada ditahap hampir lulus. Yey.... cium mamah nya dong heheh (apasih).
Okey langsung aja ya, tidak berlama-lama...
1. SIAPKAN SATU JURNAL YANG AKAN DI SUBMIT
Nah ini sih sebenarnya inti dari segala inti. Bagaimana tidak, jika jurnal ini sudah benar-benar kamu siapkan, besar peluangnya akan langsung diterima editor. Ca elah. Nah gimana ciri - ciri jurnal yang bagus itu Afifah ?! Ciri jurnal yang sudah bagus itu yang pertaman adalah jurnal yang memiliki "data primer". Karena apa, karena jurnal yang memiliki data primer menurut saya lebih dipercaya oleh sang editor. Saya pernah membuat sebuah jurnal ditahun 2019 dengan sumber data sekunder yang berasal dari "review beberapa jurnal penulis lain dan website resmi", tapi.. jurnal tersebut tidak pernah dapat review editor. Kemudian yang kedua jurnal kamu tersebut harus sudah seperti runtutan jurnal lainnya, maksud saya sudah terdiri atas judul, abstrak, pendahuluan, metode, kesimpulan dan daftar pustaka ya, karena itu we a je i be WAJIB. So itu doang rumus pamungkas yang pertama.
2. DISKUSIKAN DENGAN TEMAN/DOSEN YANG SUDAH PERNAH PUBLIKASI
Ini wajib juga beb, supaya apa? supaya mengontrol tingkat kepercaya dirian kamu terhadap jurnal kamu. Even kamu percaya banget tulisan kamu itu sudah ah mantap.... koe tak sayang - sayang, itu belum bisa menentukan jurnal mu pasti diterima ya Afifah. Bisa jadi temen kamu akan bantu sedikit mengoreksi beberapa kata yang lupa di edit or tata bahasa lainnya. Kalau dosen biasanya sih akan bongkar habis itu jurnal macam membongkar ball monja di pajak Petisah Medan. Nah tergantung kamu sekarang, mau tips dari teman atau dosen ?!
3. SUBMIT JURNAL KAMU TERSEBUT KE BEBERAPA LEMBAGA
Oops... sebenarnya ini berbahaya ya, saya mau kasih tau diawal. Tapi kalau mau di coba silahkan. Haha! Ilustrasi nya seperti ini, pengalaman saya dalam submit jurnal, saya pernah submit ke 3 lembaga sekaligus di tahun 2020 dengan modal 1 jurnal (kebayangkan capenya mengikuti format masing-masing jurnal) tapi demi nilai, jalan ini ku tempuh. Then seminggu setelah submit ada lembaga yang bales dan mengonfirmasi bahwa jurnal saya diterima dan akan dipublis di tahun depan (2021) karena jurnal mereka sudah masuk masa copyediting, kemudian saya diemin aja tuh email editor. Finally ada juga lembaga yang mau menerima untuk mempublikasi jurnal saya setelah sebulan kemudian. So saya langsung membalas email editor jurnal yang sebelumnya dengan menyatakan "mohon abaikan jurnal saya ya Pak, saya akan submit ke jurnal lain" . Lalu sekarang bahayanya apa? Bahaya nya adalah ketika kamu kurang memperhatikan lembaga yang sedang kamu tuju untuk mempublikasi jurnal kamu, dan dikemudian hari lembaga tersebut mempublikasi jurnal yang sama dengan kamu dan membuat nama yang berbeda, wah ini akan sangat merugikan kamu. Tapi tetap ya, silahkan pilih jalan ninjamu. hehe !
4. AKTIF BERKOMUNIKASI DENGAN ADMIN PENGELOLAH JURNAL
Ini tips cukup oke menurut saya. ditahun ini saya sudah mempublikasi 3 jurnal terakreditasi SINTA (walau bukan SINTA tinggi wkwk, tapi rasanya seperti anda menjadi ironmen). Setiap saya coba sumbit ke beberapa jurnal sasaran, saya pasti mengontak admin/editornya agar melihat feedback dari lembaga tersebut, sedang aktif atau tidak. Menghubunginya sebelum atau sesudah submit sih Key sebaiknya?! kalau bisa sih sesudah ya, mana tau sang editor langsung buka tuh tulisan kita kekekek.
Nah percayalah, kamu tidak akan menunggu lama jika mengikuti tips ini. (Oiya, jika ada tips yang menurut kamu menyesatkan, abaikan ya cin, ini cuma sekedar sharing jalan ninjaku).
Oke itu saja tips dari saya, semoga membantu ya. Semangat peneliti muda hehe!


Mantap nih
BalasHapus