Respons Guru Terhadap Kebijakan Pembelajaran Era Pandemi
Sejak Maret 2020, proses pembelajaran di sekolah terhenti karena Indonesia termasuk salah satu negara yang terkena pandemi. Sejak saat itu, proses pembelajaran telah bertransformasi menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online. Metode ini dipilih untuk menghindari adanya arisan dan meminimalkan tingkat penyebaran. Hingga Mei, peningkatan penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin meningkat, sehingga diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk memprediksi kelanjutan pelaksanaan proses pembelajaran (Smith dan Freedman, 2020). Pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, telah merumuskan kebijakan darurat untuk proses persekolahan di Indonesia.
Guru sebagai pendidik disekolah menghadapi banyak sekali tantangan terhadap penerapan kebijakan PJJ tersebut, disamping guru harus membuat strategi pembelajaran yang baik kepada murid, guru juga diharapkan harus aktif dalam melihat perkembangan siswa. Diketahui juga bahwa belum banyak sekolah di Indonesia khususnya sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran jarak jauh sebelumnya.
Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh yang diterapkan selama masa pandemi merupakan upaya paling baik yang dipilih oleh pemerintah dalam meminimalisir tingkat penularan Covid-19 di sekolah. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana respons guru terhadap kebijakan pembelajaran jarak jauh selama pandemi di Provinsi Jambi, responden guru adalah berjumlah 245 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% responden guru menyatakan telah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh, metode pembelajaran yang paling banyak digunakan adalah dengan memberikan tugas berupa soal kepada siswa dengan responden sebesar 80% atau sebanyak 195 orang, 30% atau sebanyak 52 orang menyatakan tidak melakukan perubahan kurikulum dalam pelaksanaan PJJ, 81% atau 176 orang menyatakan bentuk dukungan guru kepada orangtua adalah dengan memberikan informasi sumber belajar kepada orangtua untuk disampaikan ke murid, sarana komunikasi paling banyak yang digunakan adalah 65% atau sebanyak 160 orang menyatakan dengan media sosial dalam bentul WA grup, google hangout, facebook dan messeger.



Komentar
Posting Komentar