PENGARUH COVID-19 TERHADAP PASAR DAN PERSPEKTIF KONSUMEN PASAR TRADISIONAL JAWA TENGAH
#ceritakudiundip #undipjaya #undiphebat
Perdagangan adalah salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemik Covid-19. Setelah adanya tantangan penyebaran virus Corona, dan disusulkan dengan peraturan pemerintah untuk mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang, mengakibatkan harus di kuranginya segala bentuk keramaian. Bagaimana tidak akibat dari menyebarnya pandemik tersebut dan peraturan pemerintah tersebut banyak sekali usaha kecil maupun besar yang harus tutup sementara bahkan hingga harus pailit. Pedagang pasar mengaku membutuhkan beberapa stimulus dari pemerintah dalam menghadapi virus corona.
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena imbas pandemik tersebut. Awal mula di umumkan bahwa 2 orang warga negara Indonesia positif korona setelah melakukan kontak dengan warga negara asing yang sempat melakukan kunjungan di Indonesia sebelum melanjut perjalanan ke Malaysia. Oleh karena pengumuman tersebut membuat pemerintah harus memcanangkan beberapa kebijakan darurat korona untuk meminimalisir perkembangannya.
Presiden dengan dibantu jajaran menteri-menterinya terus berupaya untuk memberikan kebijakan-kebijakan darurat baru yang dirasa cukup efektif diberlakukan dalam masyarakat untuk menahan laju dari penyebaran virus tersebut, baik dari sektor pariwisata, pedidikan, perekonomian, militer dan sebagainya. Namun hingga 31 maret 2020 laju penularan virus tersebut semakin meningkat. Dikutip dari harian Detik.com (02/04/2020) jumlah pasien yang terjangkit virus Corona adalah sejumlah 1.709 orang di Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri pasien positif Corona berjumlah 84 orang.
Oleh karena itu sangat di butuhkan kebijakan lain yang bisa diterapkan oleh pemerintah Jawa Tengah khususnya untuk membantu perekonomian pasar tradisional tersebut. Karena umumnya pedagang di pasar tradisional sangat menggantungkan hidup dari pembeli yang datang membeli ke pasar tradisional, namun akibat ketakukan masyarakat untuk berbelanja dipasar tradisional yang cenderung ramai ditambah lagi kebijakan pemerintah tentang social distancing mengharusnya masyarakat megurangi aktivitas berbelanja dipasar. Ada beberapa strategi kebijakan yang bisa dipilih, yaitu :
- Optimalisasi pedagang berdasarkan peraturan perundang-undangan, optimalisasi pelayanan pengawasan ketat dalam menghambat penularan dipasar, optimalisasi metode baru dalam distribusi bahan sumber daya/ produk.
- Menambah sarana yang mendukung social distancing, menghadirkan SDM yang mampu memberikan edukasi tentang bahaya pandemi khususnya bagi pedagang.
- Memperhatikan waktu atau pun jarak lokasi penjualan, menawarkan alternatif usaha penjualan baru kepada konsumen, pemerintah tetap n=mengawasi stabilitas harga pasar
- Melakukan operasi pasar terkait kondisi kesehatan pedangang dan konsumen, melakukan proses jual beli dengan tetap memperhatikan upaya social distancing, menutup semnetara aktifitas jual beli di pasar



Komentar
Posting Komentar